lagi-lagi kaerna BBM. Entah ini sudah yang keberapa kalinya BBM naik. gara-gara BBM semua harga kebutuhan pokok dan lainya ikut naik. nanti pasti demo gaji naik lagi.
kesel, aneh, ga terima.. tapi ya mau gimana lagi.
kesel kenapa BBM naik mulu, aneh kenapa yang demo pada bakar2, ancurin sesuatu yang milik negara (itu kan aset mereka dan untuk generasi selanjutnya). ga mau terima karena ongkos kendaraan pasti naik.
jujur aja, gw termasuk pengguna kendaraan umum. yang gw bingung tiap kali peringatan BBM premium itu subsidi untuk rakyat, kenapa ya orang-orang bermobil pribadi pasti belok di premium. katanya untuk rakyat. yang ga bisa diterima adalah ada mobil bagus yang harganya bisa sama "M" (miliyar) tapi ngisi bensinya di premium. please deh pak.. bisa kali isinya di pertamax aja @__@
dan kemarin waktu gw mau pergi ke kampus, saat angkutan yang gw naiki lewat SPBU, ada spanduk yang dipajang, tulisannya:
"Premium adalah BBM subsidi hanya untuk golongan yang tidak mampu"
seneng liatnya, tapi apa mereka bakal peduli? yang gw liat waktu itu antrian motor yang panjang ampe 1 SPBU kanan kirinya ke isi. trus sebelah lagi ada 1 mobil pribadi sama 2 angkutan.
nah, yang aga gw bingung tuh, liat diberita yang pada demo nutup SPBU. itu malah merugikan orang lain. bisa aja mereka tutup. trus transortasi mereka pulang pake apa? bawa rombongan gitu. anggap mereka pake motor pas kumpul, trus mereka tutup SPBU. pas bubar mau pulang, mereka mau isi bensin. pergi cari SPBU lain gitu? aduh.. tolong dong yang mau demo-demo pakai duluotaknya. apalagi mungkin diantara mereka ada yang punya title "sarjana". coba pake pikiran jangka panjang juga. jangan cuma pikir untuk saat itu aja. pikir tuh dengan kepala dingin, bermanfaat bukan merugikan orang lain. dan tolong kalo mau demo bukan pake emosi. orang yang marah-marah mulu tapi tindakannya merugikan itu temennya setan. apalagi coba sifat setan, marah, iri, dengki, hasut orang supaya berbuat jahat. jangan sampai deh..
Solusinya?
kalo kata gw si, seandainya ada pejabat yang pintar, yang ga selalu nunggu perintah presiden, kaya pak dahlan iskan, orang yang tau jabatannya apa, punya tugas yang harus dilakukan. tanggung jawab sama pekerjaan. coba dicari cara agar bagaimana BBM tetap ada sampai agustus tampa menaikkan harga dari BBM. masyarakat miskin aja masih banyak yang belum diurus, sekarang yang demo-demo malah merusak aset negara. ya mobil kantor, rusak SPBU. mereka pikir itu semua uang siapa? iu ada uang rakyat loh.. tolong dong inget.. kasian yang suka bayar pajak. kalo uangnya di korup, itu urusan yang menangani bagiannya. kalo mereka kerjanya ga bener, bisa kali di cek lagi waktu mereka diangkat kerja, apa sumpahnya. kalo perlu indonesia tiru tuh pemerintahan cina yang memberlakukan hukuman "siapa saja yang melakukan korupsi harus siap mati" pas pelantikannya aja, tiap menteri udah dikasih peti mati. itu kan bisa dijadikan sebagai penegasan hukum. konsekuensi yang akan mereka terima kalau mereka melanggarnya.
nah, jauh-jauh gw ngomong dari cina, kita kembali ke indonesia. jadi, menurut gw apa salahnya kalo cara agar BBM ga naik itu dengan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi. balik lagi kaya dulu pakai kendaraan umum. toh kendaraan umum tuh banyak, ada angkutan, bis dari yang ekonomi sampe patas AC, kereta api, atau pake sepeda (bike to work) ketimbangan bawa kendaraan pribadi yang bikin macetin jalan, ya mobil pribadi ya motor.. mending kita pake sarana yang ada. jadi kendaraan yang sifatnya pribadi bisa dipakai pada situasi keadaan tertentu aja. kaya mudik, atau ada urusan keluar kota. kalo misal ada dinas, bisa kan pake mobil kantor, atau kendaraan umum. kan ada biaya dari kantor. trus yang misal kerjanya udah disediain bis antar jemput lebih enak lagi. yang sering gw liat ada bis antar jemput banyak dan rutin (bis dephut) menurut gw itu bagus banget. apa lagi kantornya deket sama kereta juga. jadi mudah dijangkau sama kendaraan umum. dan menurut gw, dengan pengurangan kendaraan pribadi (baik mobil sama motor) bisa membantu kota-kota dimanapun, mengurangi kemacetan.
jadi apa salahnya dicoba? mungkin bagi ahli dibidang geografi kota bisa lebih baik merancang pemikiran ini. atau mungkin orang-orang jurusan SIG (SI Geografis) bisa membuat tata kelola kota yang lebih baik. setidaknya ini demi kenyamanan dan kebaikan untuk semua orang. buakan disatu pihak, tapi untuk semua golongan.
mungkin ini adalah unek-unek gw seebagai masyarakat pengguna kendaraan BBM subsidi untuk rakyat biasa. jadi bagi orang yang merasa berkecukupan, cobalah untuk bekerja sama agar yang lain juga bisa merasakan manfaatnya. mari mulai sesuatu yang baik itu dari sekarang. kalo bukan sekarang, kapan lagi?