Data dan Informasi
Data adalah nilai yang merepresentasikan deskripsi dari suatu obyek, peristiwa, fakta atau kejadian-kejadian. Sedangkan definisi Informasi adalah data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi penerimanya atau pengguna akhir (end user) dan bermanfaat dalam mengambil keputusan, melalui proses pengolahan data dengan melakukan aktivitas masukan (input), controlling, manipulasi, penyimpanan dan keluaran (output) berupa informasi. Maka dapat diketahui bahwa informasi merupakan keluaran dari sebuah proses pengolahan di mana data adalah masukannya
Informasi dikatakan berkualitas jika informasi tersebut berguna untuk kegiatan operasional, pengambilan keputusan dan perencanaan tugas penggunanya. Dalam situasi bisnis yang kompetitif, informasi menjadi sumber daya yang menentukan kelangsungan suatu organisasi. Aplikasi terapan dalam dunia bisnis praktis berhubungan kualitas tentang data dan informasi antara lain datawarehousing (DW) dan business intelligence (BI) pada penerapan konsep Customer Relationship Management (CRM) and Supply Chain Management (SCM).
Nilai Informasi ; ditentukan dari dua hal, yaitu manfaat dan biaya mendapatkannya. Suatu informasi dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya mendapatkannya. Pengukuran nilai informasi biasanya dihubungkan dengan analisis cost effectiveness atau cost benefit
Proses pengolahan data umumnya terdiri dari tiga tahap aktivitas, yakni:
1. Input, memasukkan data yang akan diproses
2. Process, melakukan proses untuk mengubah input menjadi output
3. Output, menghasilkan hasil pengolahan data berupa informasi
Siklus pemrosesan data
Pengolahan data oleh mesin komputer terdiri dari tiga komponen yaitu: Input/Output unit (I/O) Central Processing Unit (CPU), CPU terdiri dari Control Unit, Main Memory dan Aritmatic Logical Unit.
Dua dua pendekatan system pengolahan data dengan komputer, yaitu:
1. Proses Batch, data dikumpulkan pada suatu periode tertentu, kemudian diolah. Pengolahan data dilakukan secara periodik.
2. Proses on-line, data langsung diolah pada saat terjadi transaksi dan updating file juga dilakukan pada saat terjadi transaksi.
Kualitas data informasi : akurat, tepat waktu (timeliness), relevan (relevancy), ekonomis (economic), aksesbilitas (accessibility).
Sistem Informasi
Definisi sistem adalah kumpulan komponen-komponen atau subsistem–subsistem yang saling berhubungan dalam prosedur tertentu dengan tujuan tertentu yang terdapat proses input (masukkan) dan output (keluaran).

Model umum sistem
Karakteristik sistem:
- memiliki komponen-komponen (components) atau subsistem-subsistem
- memiliki batas sistem (boundary)
- memiliki lingkungan luar (environment)
- memiliki penghubung (interface)
- mempunyai tujuan (goal)
Klasifikasi sistem:
1. Bentuk
a) Sistem Abstrak
Secara fisik tidak dapat diwujudkan tetapi secara konseptual dapat dijelaskan. Contoh: sistem ketuhanan
b) Sistem Fisik Secara fisik dapat diwujudkan. Contoh: sist. Computer, dll
1. Penciptaan sistem oleh manusia
a. Sistem Alami,
sistem yang secara alamiah ada di sekitar manusia. Contoh: sistem tata surya
b. Sistem Buatan,
Adanya campur yangan manusia, contoh sistem computer, dsb
2. Tingkat kepastian
a. Sistem Pasti (deterministic system)
Ketentuan prosesnya daapt ditentukan hasilnya. Contohnya: sistem perhitungan terhadap bilangan riil
b. Sistem Probabilistik (probabilistic system)
Ketentuan prosesnya yang secara tidak pasti dapat ditentukan hasilnya. Contohnya adalah sistem perhitungan statistik, sistem penunjang keputusan dan lain sebagainya.
3. Hubungan dengan dunia luar
a. Sistem tertutup
Tidak mempunyai hubungan dengan dunia luar. Contoh: alam adalah sebuah sistem yang memiliki subsistem yang saling terkait.
b. Sistem terbuka
Sistem yang bekerja melakukan pertukaran masukan dan keluaran dari lingkungan luar sistem. Contoh: garis umpan balik (feedback).
Hal mendasar dalam pengembangan sistem : produktifitas, reabilitas, maintabilitas.
Sistem Informasi Berbasis Komputer
Definisi SIBK ini hamper sama dengan sistem infprmasi. Sama-sama memiliki komponen input, proses, dan output. Hanya saja pemrosesan dilakukan dengan computer.
Elemen-eleman utama dalam SIBK ini adalah hardware, software, dan brainware. Ketiga elemen ini harus saling berhubungna dan saling berkaitan satu ama lain sehingga membentuk satu kesatuan. Hardware tidak bisa bekerja tanpa dimasukan program dari software dan begitu pula dengan software. Tanpa brainware atau manusia yang mengoprasikannya.
Berdasarkan data yang diolah, komputer dibagi menjadi:
a. Komputer Analog
b. Komputer Digital
c. Komputer Hybrid
Berdasarkan penggunaannya, komputer diklasifikasikan menjadi :
a. Komputer untuk Tujuan Khusus (Special Purpose Computer)
b. Komputer untuk Tujuan Umum (General Purpose Computer)
Berdasarkan kapasitas dan ukurannya, komputer diklasifikasikan menjadi:
a. Komputer Mikro (Micro Computer)
b. Komputer Mini (Mini Computer)
c. Komputer Kecil (Small Computer)
d. Komputer Menengah (Medium Computer)
e. Komputer Besar (Large Computer)
f. Komputer Super (Super Computer)
Berdasarkan generasinya, komputer diklasifikasikan menjadi:
a. Komputer Generasi Pertama (1946-1959)
b. Komputer Generasi Kedua (1959-1964)
c. Komputer Generasi Ketiga (1964-1970)
d. Komputer Generasi Keempat (1979-sekarang)
e. Komputer Generasi Kelima
Sistem Informasi “berbasis komputer” mengandung arti bahwa computer memainkan peranan penting dalam sebuah sistem informasi. Terkadang dalam penerapannya tidak harus menggunakan computer. Sistem informasi sangat penting dalam pengendalian maanjemen, tujuan dari pengendalian manajemen adalah untuk membantu manajemen dalam mengkoordinasi subunit-subunit dari organisasi dan mengarahkan bagian-bagian tersebut untuk mencapai tujuan perusahaan.
Manfaat utama dari perkembangan sistem informasi bagi sistem pengendalian manajemen antara lain:
a. Penghematan waktu (time saving)
b. Penghematan biaya (cost saving)
c. Peningkatan efektifitas (effectiveness)
d. Pengembangan teknologi (technology development)
e. Pengembangan personil (staff development).
Jenis-jenis SIBK :
1. Sistem Pemrosesan Transaksi (Transaction Processing Systems)
2. Sistem Otomatisasi Kantor (Office Automation Systems) dan Sistem Kerja Pengetahuan (Knowledge Work Systems)
3. Sistem Informasi Manajemen (Management Information Systems)
4. Sistem Pendukung Keputusan (Decision Support Systems)
5. Sistem Ahli (Expert Systems) dan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelegent)
6. Sistem Pendukung Keputusan Kelompok (Group Decision Support Systems) dan Sistem Kerja Kolaborasi Dukungan Komputer (Computer-Support Collaborative Work Systems)
7. Sistem Pendukung Eksekutif (Executive Support Systems)
Hubungan SI dan TI dalam sebuah sudut pandang lain, kita dapat melihat bahwa ”sistem informasi” merupakan sisi permintaan (demand) dari perusahaan dalam menjalankan kegiatan manajemen sehari-hari, sementara ”teknologi informasi” merupakan sisi penawaran (supply).
Sistem Informasi Manajemen
Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pelaksanaan dan pengawasan usaha-usaha secara sistematik dan efektif oleh para anggota organisasi dalam penggunaan sumberdayanya untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.
Sistem Informasi Manajemen merupakan sistem informasi yang menghasilkan hasil keluaran (output) dengan menggunakan masukan (input) dan berbagai proses yang diperlukan untuk memenuhi tujuan tertentu dalam suatu kegiatan manajemen.
SIM adalah sistem informasi terkomputerisasi yang bekerja karena adanya interaksi antara manusia dan komputer. Dengan bantuan manusia, perangkat lunak (program komputer) dan perangkat keras (komputer, printer, dan lain-lain), dapat berfungsi dengan baik.
Manfaat utama dari perkembangan sistem informasi bagi sistem pengendalian manajemen adalah : penghematan waktu (time saving), biaya (cost saving), peningkatan efektivitas (effectiveness), pengembangan teknologi (technology development) dan pengembangan personel (staff development).
Untuk mengakses informasi, pengguna SIM membagi basis data biasa. Basis data menyimpan data-data dan model yang membantu pengguna menginterprestasikan dan menerapkan data-data tersebut. SIM menghasilkan output informasi yang digunakan untuk membuat keputusan. SIM juga dapat membantu menyatukan beberapa fungsi informasi bisnis yang sudah terkomputerisasi, meski tidak berupa suatu struktur tunggal.
Secara umum komponen Sistem Informasi Manajemen terdiri dari: Perangkat Keras (hardware), Piranti Lunak (software), jaringan (networking), Data, Sumber Daya Manusia (Brainware), Prosedur (Procedure).
Uraian definisi komponen-komponen manajemen adalah sebagai berikut:
1) Planning
Planning atau perencanaan adalah penjabaran lebih lanjut dalam usaha mencapai sasaran perusahaan atau organisasi.
2) Organizing
Setelah rencana sudah ditetapkan, maka langkah selanjutnya adalah bagaimana suatu pengaturan (organizing) harus diterapkan untuk dapat melaksanakan rencana tersebut.
3) Directing
Pengarahan (directing) dilakukan agar pegawai dapat bekerja tanpa ragu-ragu dan dengan efektif, di dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan sebelumnya.
4) Controlling
Pengawasan (controlling) adalah fungsi manajemen mengenai kegiatan yang mengawasi pelaksanaan rencana tersebut agar dapat berjalan sesuai dengan tujuan organisasi.
5) Procurement
Adalah fungsi operasional pertama dari manajemen bagaimana mendapatkan barang dan jasa yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan tertentu.
6) Development
Usaha-usaha bagaimana meningkatkan keterampilan melalui program pelatihan dan pendidikan sehingga seseorang dapat melakukan tugasnya dengan baik. Hal tersebut dapat dilakukan dengan cara melakukan pelatihan, kursus, seminar, sekolah dan sebagainya.
7) Compensation
Usaha bagaimana merancang sistem imbalan yang pantas dan adil atas jasa yang diberikan oleh karyawan kepada perusahan.
8) Integrasi
Usaha-usaha bagaimana dapat menyatukan dan mengendalikan berbagai motif atau keinginan dari beberapa orang agar tidak saling mengganggu, sehingga dapat meningkatkan produktivitas.
9) Training
Training atau pelatihan adalah salah satu cara pengembangan sumberdaya manusia di dalam manajemen personalia. Pelatihan perlu dilakukan karena seleksi pegawai tidak selalu menjamin bahwa orang terpilih itu dapat langsung mengerjakan tugasnya dan karena berkembangnya tuntutan pekerjaan. Tiga cara di dalam melakukan pengembangan sumberdaya manusia adalah sebagai berikut:
a. Training
b. Performance Appraisal (penilaian prestasi)
c. Career Development (pengembangan karir)
10) Evaluasi
Evaluasi berarti menentukan efektivitas dari program training, yang berguna untuk meningkatkan dan memperbaiki program yang akan datang.



No comments:
Post a Comment